Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Tuntaskan Asesmen Periode II bagi Ratusan Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Seluruh Indonesia

01/05/2026 09:09:00 Jesica 1

Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Tuntaskan Asesmen Periode II bagi Ratusan Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Seluruh Indonesia

BOGOR – Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian kembali menunjukkan efisiensi dan profesionalismenya dalam mengelola penilaian kompetensi skala nasional. Pada tanggal 2 s.d. 3 Mei 2026, Puspenkom Pertanian sukses menyelenggarakan Penilaian Potensi dan Kompetensi Periode II bagi Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian dari seluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan sepenuhnya secara daring (online) ini diikuti oleh 213 peserta. Penyelenggaraan periode kedua ini merupakan langkah strategis organisasi dalam melakukan evaluasi kinerja berkelanjutan, sekaligus menindaklanjuti hasil penilaian kompetensi yang telah dilaksanakan pada periode pertama sebelumnya.

Kecepatan dan Ketepatan Manajemen Asesmen

Menangani ratusan peserta dengan sebaran geografis dari Sabang sampai Merauke dalam waktu singkat menjadi tantangan tersendiri. Namun, Puspenkom Pertanian berhasil menuntaskan seluruh rangkaian asesmen hanya dalam waktu dua hari. Keberhasilan ini didukung oleh pembagian jadwal yang sistematis guna mengakomodasi perbedaan zona waktu (WIB, WITA, dan WIT), sehingga setiap peserta dapat mengikuti ujian secara optimal tanpa terkendala masalah teknis distribusi waktu.

"Kemampuan mengelola volume peserta yang besar dalam durasi yang sangat ketat ini merupakan komitmen kami dalam memberikan layanan asesmen yang lincah (agile) dan akuntabel. Manajemen plotting asesor dan teknologi yang mumpuni menjadi kunci kelancaran agenda ini," Ujar Indria Fitriani selaku Kepala Pusat penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian.

Metode Evaluasi yang Komprehensif

Guna memastikan penguatan kelembagaan penyuluhan di lapangan, metode penilaian yang digunakan dirancang secara spesifik dan mendalam, meliputi:

  • Psikotes: Untuk memetakan profil potensi kognitif dan kepribadian.
  • Problem Analysis: Menguji ketajaman peserta dalam menganalisis tantangan di wilayah kerja.
  • Leaderless Group Discussion (LGD): Dengan fokus tema Diseminasi Teknologi dan Kelembagaan, guna memotret kemampuan kolaborasi dan penyebaran inovasi pertanian.
  • Wawancara Singkat: Verifikasi langsung terkait aspek motivasi serta kecakapan manajerial.

Pelaksanaan periode kedua ini diharapkan dapat melengkapi gambaran kompetensi para Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian secara utuh. Hasil asesmen ini akan menjadi rujukan penting bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan pengembangan SDM, guna memastikan program-program strategis kedaulatan pangan nasional dapat dikawal oleh aparatur yang memiliki kompetensi unggul di garis depan penyuluhan. (JW)