Langkah Nyata Menuju SDM Profesional, Pusbintan Gelar Pelatihan Mansoskul Batch 1
Langkah Nyata Menuju SDM Profesional, Pusbintan Gelar Pelatihan Mansoskul Batch 1
Bogor (31/03) – Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian (Pusbintan) menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul) Batch 1. Kegiatan ini dilaksanakan di Komplek Surya, Ciawi, Bogor, pada Senin 30/03/2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung terwujudnya ASN pertanian yang profesional, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran ASN dalam mendukung visi pembangunan pertanian nasional serta ketahanan pangan berkelanjutan.
Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, menyampaikan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk mampu bekerja secara profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perubahan.
“Pasal 49 Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 mengamanatkan agar ASN terus melakukan pembelajaran berkelanjutan guna mendukung pencapaian target organisasi. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi, khususnya pada aspek manajerial dan sosial kultural, perlu dirancang agar selalu relevan dengan kebutuhan organisasi serta mampu mendorong perilaku kerja yang berintegritas, profesional, dan adaptif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Indria menambahkan bahwa dalam menghadapi tantangan ke depan, ASN tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kompetensi manajerial dan sosial kultural.. Hal ini penting agar ASN mampu berperan sebagai penggerak, komunikator, sekaligus perekat di tengah masyarakat.

Pelatihan ini diikuti oleh 85 ASN pertanian yang terdiri dari perwakilan pegawai level dasar dan menengah di lingkungan Kementerian Pertanian di Kabupaten Bogor, dengan latar belakang usia dan unit kerja yang beragam. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas diri serta memperkuat peran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. (JR)
Link berita sebelumnya :