Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Transformasi SDM Unggul melalui Pelatihan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani-Nelayan pada PENAS KTNA XVII Tahun 2026

26/06/2026 08:29:00 Jesica 33

Kementan Perkuat Transformasi SDM Unggul melalui Pelatihan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani-Nelayan pada PENAS KTNA XVII Tahun 2026

Gorontalo — Kementerian Pertanian melalui Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian (Pusbintan) terus melakukan berbagai upaya untuk mengakselerasi transformasi sumber daya manusia (SDM) unggul guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani-Nelayan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo pada 20–25 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi insan pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta mendorong inovasi dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Dalam sambutannya pada pembukaan PENAS KTNA XVII, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Indonesia harus terus memperkuat kemandirian pangan melalui kolaborasi dan inovasi di berbagai sektor.

Senada dengan hal tersebut, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha agar mampu menghasilkan nilai tambah dari setiap komoditas yang diusahakan. Hilirisasi pertanian menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan petani, peningkatan kompetensi SDM, serta pengembangan kemitraan usaha merupakan bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, menekankan pentingnya dukungan SDM yang kompeten dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

"Dalam bingkai besar transformasi menuju swasembada pangan ini, ada satu prinsip dasar yang harus kita pahami bersama: secanggih apa pun sebuah teknologi, ia tidak akan memberikan dampak yang signifikan tanpa dukungan SDM yang mumpuni untuk menavigasikannya. Modernisasi di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan demi kelangsungan hidup dan kemandirian bangsa. Mesin penggerak utama dari gerbong transformasi teknologi tersebut ada di tangan Bapak dan Ibu sekalian dan dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antara birokrasi yang lincah, profesional yang inovatif, serta praktisi yang tangguh," ujarnya.

Pelatihan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani-Nelayan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 21–22 Juni 2026, dan diikuti oleh 100 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Materi yang diberikan mencakup Drone Agriculture dalam Mendukung Transformasi Digital Pertanian Indonesia Berbasis Data dan Presisi, Transformasi Teknologi Keamanan Benih untuk Mendukung Manajemen Budidaya Tanaman Unggul, Smart Farming, Teknologi Tepat Guna, Pemilihan Varietas Unggul dan Transfer Knowledge Petani, serta Inovasi Teknologi Terbaru dalam Budidaya Bawang Merah dari Biji.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat jaringan agribisnis, memperluas akses informasi dan peluang usaha, serta meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perikanan.

Melalui PENAS KTNA XVII, semangat transformasi dan inovasi terus diperkuat guna mendorong lahirnya SDM yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang semakin erat serta pemanfaatan teknologi yang optimal, SDM Indonesia diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

 

Berita Sebelumnya :

https://pusatkompetensiasn.bppsdmp.pertanian.go.id/berita/perkuat-sdm-unggul-kementan-kembali-gelar-workshop-penguatan-kompetensi-manajerial-dan-sosial-kultural-batch-2