Perkuat SDM Unggul, Kementan Kembali Gelar Workshop Penguatan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Batch 2
Perkuat SDM Unggul, Kementan Kembali Gelar Workshop Penguatan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Batch 2

Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian kembali menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural pada Selasa, 19 Mei 2026, yang dilaksanakan di Mess SDM Kementerian Pertanian, Jakarta.
Kegiatan workshop ini merupakan rangkaian pengembangan kompetensi sekaligus tindak lanjut nyata dari hasil pemetaan kompetensi pegawai tahun 2024–2025. Dalam kesempatan berbeda, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menjawab tantangan pembangunan pertanian saat ini agar produktivitas serta kualitas hasil pertanian Indonesia semakin meningkat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga menegaskan pentingnya kualitas SDM pertanian untuk mencapai swasembada pangan. Ia menekankan bahwa pembangunan pertanian yang maju dan modern tidak akan terwujud tanpa SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing.
“SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten,” ujar Amran dalam keterangannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kemampuan aparatur negara.
“Kami ingin meningkatkan kemampuan SDM untuk mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.
Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, menekankan pentingnya pelatihan sebagai wadah untuk bertukar pikiran (brainstorming) serta memperkuat jejaring antarunit kerja. Selain itu, pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan standar kompetensi jabatan yang mencakup aspek manajerial dan sosial kultural.
Kegiatan ini diikuti oleh 93 peserta dari berbagai unit kerja yang berlokasi di Jakarta. Workshop dibuka oleh Momon Rusmono dengan topik “Let’s Level Up: Pengembangan Diri yang Berdampak” dan ditutup dengan materi dari Ramadani Saputra mengenai komunikasi interpersonal dasar, manajemen kerja pribadi, dan standar pelayanan prima.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat meningkatkan pemahaman teknis pada aspek komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, dan pengembangan diri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong ASN untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, serta memastikan tingkat kelulusan dan pemahaman materi yang terukur melalui sistem evaluasi pre-test dan post-test berbasis aplikasi Kementan CorpU.