Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Perkuat Kompetensi ASN, PUSBINTAN Laksanakan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural ANRI dan BPS

01/10/2025 10:16:00 Jesica 7

Perkuat Kompetensi ASN, PUSBINTAN Laksanakan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural ANRI dan BPS

Bogor (07/01) – Dalam rangka memperkuat kompetensi aparatur sipil negara (ASN), Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian (PUSBINTAN) melaksanakan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural bagi ASN Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, yang terdiri atas 8 jabatan fungsional Arsiparis, 3 jabatan fungsional Pranata Komputer, dan 1 jabatan fungsional Statistisi.

Uji kompetensi ini dilaksanakan dalam rangka kenaikan jenjang jabatan fungsional, serta sebagai bagian dari upaya pemetaan dan penguatan kompetensi ASN sesuai dengan penerapan prinsip sistem merit.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, menyampaikan bahwa uji kompetensi ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi yang selaras dengan tuntutan jabatan.

“Uji kompetensi ini diharapkan dapat menghasilkan profil kompetensi ASN yang objektif dan akuntabel, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier serta pengisian jabatan yang berbasis pada prinsip meritokrasi,” ujar Indria Fitriani.

Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan melalui dua metode, yaitu metode sedang bagi peserta kenaikan jenjang dan alih jabatan menuju jabatan fungsional Ahli Madya, serta metode kompleks bagi peserta pemetaan jabatan fungsional Ahli Utama.

Lebih lanjut, Indria Fitriani berharap seluruh rangkaian uji kompetensi dapat berjalan secara profesional dan terstandar.

“Kami berharap seluruh tahapan uji kompetensi ini dapat dilaksanakan secara objektif, transparan, dan terkendali, sehingga mampu menghasilkan ASN dengan kompetensi terbaik yang siap mendukung kinerja organisasi,” tutupnya. (JR)