Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Evaluasi Pengendalian Intern, Pusbintan Perkuat Penerapan Manajemen Risiko

04/09/2026 11:05:00 Jesica 18

Evaluasi Pengendalian Intern, Pusbintan Perkuat Penerapan Manajemen Risiko

Bogor (04/09) – Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian (Pusbintan), di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), memperkuat penerapan manajemen risiko untuk memastikan pengelolaan risiko berjalan efektif dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan Pusbintan terhadap pencapaian sasaran strategis BPPSDMP, khususnya dalam mewujudkan birokrasi internal yang efektif, akuntabel, dan berintegritas melalui penguatan sistem pengendalian intern serta penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan.

Inspektur II, Memet Darmawan, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pencapaian tujuan organisasi. Setiap unit kerja perlu memastikan bahwa tujuan, strategi, program, dan kegiatan yang ditetapkan telah sesuai dengan kebutuhan serta didukung oleh indikator keberhasilan dan metode pencapaian yang tepat.

Memet menambahkan bahwa pengelolaan risiko berperan penting dalam mengawal pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, kualitas penerapan manajemen risiko perlu ditingkatkan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan aspek administratif.

Dalam kegiatan Sosialisasi, Internalisasi, dan Brainstorming Manajemen Risiko Pusbintan Tahun 2026, Kepala Pusbintan, Indria Fitriani, menyampaikan bahwa sosialisasi dan internalisasi manajemen risiko telah dilaksanakan secara berkala, termasuk pada 2025. Pusbintan juga telah menyelenggarakan sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang dihadiri oleh Inspektorat II, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian.

“Berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi Tim Inspektorat Jenderal atas penerapan manajemen risiko Pusbintan tahun 2026, khususnya rekomendasi nomor 2 dan 3, hari ini dilaksanakan sosialisasi, internalisasi, dan brainstorming manajemen risiko. Masukan dari Tim Inspektorat Jenderal diperlukan untuk membangun Sistem Pengendalian Intern (SPI) Pusbintan agar semakin baik ke depannya,” ujar Indria.

Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua kelompok substansi, ketua tim kerja, serta pegawai Pusbintan dan dilaksanakan di Aula Pusbintan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman dan komitmen seluruh pegawai dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Melalui kegiatan ini, Pusbintan diharapkan dapat memperkuat penerapan manajemen risiko secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas pengendalian intern, serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan secara efektif, akuntabel, dan selaras dengan tujuan organisasi.