Belajar Tanpa Henti, Pusbintan Perkuat Kompetensi Pustakawan di Era Digital
Belajar Tanpa Henti, Pusbintan Perkuat Kompetensi Pustakawan di Era Digital
BOGOR<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:="" "times="" roman";color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;"> — Peningkatan kompetensi aparatur menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi dinamika perkembangan teknologi di era digital. Berangkat dari semangat tersebut, Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi SDM Pertanian (Pusbintan) terus mendorong budaya belajar berkelanjutan melalui penyelenggaraan Forum Pembelajaran Teknis bagi pustakawan dan pegawai lingkup Kementerian Pertanian.
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:="" "times="" roman";color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Kementerian Pertanian Corporate University (Kementan Corpu) sebagai ekosistem pembelajaran terintegrasi yang mendukung pengembangan kompetensi aparatur secara berkelanjutan.
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Salah satu implementasi nyata dilakukan melalui kegiatan Pengembangan Kompetensi Pegawai melalui Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Kementan Corpu yang diselenggarakan oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai, mulai dari PNS dan PPPK
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan penguasaan teknologi.
“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat,”<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:="" "times="" roman";color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;"> tegas Mentan Amran.
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Sejalan dengan arah tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pengembangan kompetensi aparatur merupakan investasi strategis dalam membangun birokrasi yang profesional sekaligus mempercepat pembangunan sektor pertanian.
“Kementerian Pertanian terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,”<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";color:black;="" mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;"> ujar Idha Widi Arsanti.
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi SDM Pertanian, menyampaikan bahwa dalam upaya membangun organisasi pembelajar (learning organization), diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang terarah untuk mempercepat implementasi Sistem Pembelajaran Terintegrasi di lingkungan Kementerian Pertanian
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">“Melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi, kami ingin memastikan proses pengembangan kompetensi dapat berjalan secara berkelanjutan, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan organisasi di masa depan” tutup Indria Fitriani.<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:="" "times="" roman";color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Pembelajaran terintegrasi tersebut dirancang untuk menjangkau pegawai di seluruh unit kerja secara lebih luas dan sistematis. Melalui pemanfaatan teknologi digital, setiap pegawai diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan organisasi.
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Dalam forum pembelajaran teknis tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pemanfaatan LMS Kementan Corpu, mulai dari proses registrasi akun, akses platform, penggunaan fitur-fitur pembelajaran, hingga pemantauan perkembangan dan progres belajar.
<span times="" new="" roman",serif;mso-fareast-font-family:"times="" roman";="" color:black;mso-themecolor:text1;mso-fareast-language:en-id"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Pemanfaatan LMS Kementan Corpu diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran mandiri yang fleksibel, efektif, dan dapat diakses sesuai kebutuhan pegawai. Dengan demikian, proses pengembangan kompetensi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Melalui Forum Pembelajaran Teknis ini, Pusbintan bersama BB Pustaka terus menegaskan komitmennya dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat di lingkungan Kementerian Pertanian.
<span times="" new="" roman",="" serif;="" color:="" black;"="" style="box-sizing: border-box; font-size: 12pt;">Belajar tanpa batas, berkembang tanpa henti. Bersama membangun SDM pertanian yang unggul, profesional, dan adaptif demi mendukung kemajuan pertanian Indonesia (AR)