Siapkan Calon Atase Pertanian Brussel 2027 2030, Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Gelar Asesmen
Siapkan Calon Atase Pertanian Brussel 2027–2030, Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Gelar Asesmen
Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian memfasilitasi pelaksanaan asesmen secara luring (offline) dalam rangka Seleksi Calon Atase Pertanian Brussel Periode 2027–2030. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Assessment Center Kementerian Pertanian, Jalan Raya Pertanian No. 88, Bendungan, Ciawi, Kabupaten Bogor, ini diikuti oleh empat peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian.
Rangkaian asesmen diawali dengan pengisian dokumen pra-asesmen pada 11–12 Juli 2026 sebagai basis data awal mengenai portofolio dan rekam jejak peserta. Memasuki hari pertama pelaksanaan pada 13 Juli 2026, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Ade Candradijaya, S.TP., M.Si., M.Sc., bersama Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, S.H., M.AP.
Dalam arahannya, Dr. Ade Candradijaya, S.TP., M.Si., M.Sc. menekankan pentingnya peran strategis Atase Pertanian di Brussel. Sebagai salah satu pusat diplomasi internasional dan pemerintahan Uni Eropa, Brussel membutuhkan Atase Pertanian yang tidak hanya memiliki penguasaan teknis di bidang pertanian, tetapi juga kemampuan diplomasi, negosiasi, dan kepemimpinan. Atase Pertanian diharapkan mampu memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral, mengawal kepentingan pertanian dalam dinamika perdagangan internasional, memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia, serta merespons berbagai isu strategis terkait pangan dan lingkungan global demi kepentingan nasional.

Usai sesi pembukaan, para peserta menjalani tahapan psikotes dan simulasi analisis masalah (problem analysis) pada hari pertama. Selanjutnya, pada hari kedua, 14 Juli 2026, rangkaian penilaian dilanjutkan dengan simulasi diskusi kelompok (Leaderless Group Discussion/LGD) serta wawancara berbasis kompetensi yang dilaksanakan secara hybrid.
Penilaian menerapkan Assessment Center metode sedang yang dirancang untuk mengukur dan memetakan pemenuhan standar kompetensi Level 3 sesuai dengan kualifikasi jabatan Atase Pertanian. Melalui kombinasi psikotes, simulasi, dan wawancara berbasis kompetensi, proses asesmen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi manajerial dan sosial kultural peserta secara komprehensif.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menunjukkan kesiapan Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian dalam memfasilitasi asesmen tatap muka secara mandiri. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang representatif, ruang simulasi, serta fasilitas penilaian yang mendukung pelaksanaan Assessment Center, seluruh tahapan asesmen diharapkan dapat berlangsung secara objektif, akuntabel, transparan, dan berintegritas.
Hasil asesmen selanjutnya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses Seleksi Calon Atase Pertanian Brussel Periode 2027–2030, sekaligus mendukung terpilihnya kandidat yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan tugas dan peran perwakilan pertanian Indonesia di tingkat internasional.