BRIGADE PANGAN, SANG ARSITEK KEBANGKITAN SWASEMBADA PANGAN
BRIGADE PANGAN, SANG ARSITEK KEBANGKITAN SWASEMBADA PANGAN
Bogor, (29/01) - Upaya akselerasi pencapaian swasembada pangan nasional terus dilakukan melalui program Brigade Pangan (BP), sebanyak 113 peserta mengikuti rangkaian Workshop Pendampingan Brigade Pangan yang diselenggarakan oleh Pusbintan.Kegiatan ini fokus membekali para penyuluh pertanian, khususnya dari Kabupaten Sukabumi dan Cianjur agar lebih adaptif, dan kompeten dalam mengawal kelembagaan petani modern di lapangan.

Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah faktor utama dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, pembangunan pertanian yang maju dan modern tidak akan terwujud tanpa SDM yang berkualitas dan kompeten.
"SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten," ujar Mentan Amran.
Upaya peningkatan kompetensi penyuluh dilakukan melalui pelaksanaan workshop dan penyediaan pembelajaran lanjutan pada LMS Kementan CorpU.Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa tujuan Brigade Pangan yaitu untuk melakukan peningkatan produksi pangan melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat guna dan berkelanjutan.
“Jadikan proses ini sebagai sarana untuk menunjukkan kesiapan bapak/ibu dalam mengemban amanah sebagai pimpinan birokrasi yang profesional dan berintegritas. Kami berharap melalui proses yang kredibel dan transparan, Kementerian Pertanian akan memperoleh talenta-talenta pimpinan terbaik yang mampu memperkuat kinerja organisasi dan mendukung pembangunan pertanian" tegas Kepala BPPSDMP.
Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, menjelaskan bahwa workshop ini penting untuk mendukung peran penyuluh sebagai pendamping Brigade Pangan dalam pelaksanaan kebijakan program prioritas swasembada pangan.
“Meskipun dilaksanakan secara daring, percepatan pendampingan dan operasionalisasi Brigade Pangan tetap perlu dilakukan, khususnya di wilayah Jawa Barat yang mencakup lima lokasi. Program ini menjadi bagian dari upaya pencapaian salah satu program utama pemerintah periode 2024–2029, yaitu swasembada pangan,”
Mendukung hal tersebut, Dr. Ramadani Saputra, S.ST., M.EP. selaku Ketua Kelompok Substansi Pengembangan Kompetensi ASN di Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, mengarahkan agar para pendamping bergerak cepat dan adaptif. Sebagai tindak lanjut, materi pelatihan ini akan diintegrasikan ke dalam platform pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS).
Upaya peningkatan kompetensi penyuluh dilakukan melalui pelaksanaan workshop dan penyediaan pembelajaran lanjutan pada LMS Kementan CorpU.
Selanjutnya, Dr. Wida Pradiana, S.P., M.Si. sebagai akademisi dari POLBANGTAN Bogor menjelaskan mengenai strategi manajemen agribisnis, pembentukan kelompok berbadan hukum, serta penyelesaian tantangan struktural seperti konsolidasi lahan dan penyusunan MoU dengan pemilik lahan, serta kebutuhan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah perbukitan.
Melalui pendampingan intensif, diharapkan produktivitas pertanian berbasis mekanisasi dan kemandirian kelompok tani muda dapat meningkat secara berkelanjutan.Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN, Museum Tanah dan Pertanian, serta dukungan dari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. (RD)