Petakan Kompetensi 94 Pejabat Strategis, Pemkot Bogor Bersama Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Perkuat Sistem Merit
Petakan Kompetensi 94 Pejabat Strategis, Pemkot Bogor Bersama Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Perkuat Sistem Merit
BOGOR – Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian kembali memperkuat sinergi antarinstansi pemerintah melalui pelaksanaan pemetaan potensi dan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Rangkaian uji kompetensi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 Juli 2026, ini diikuti oleh 94 peserta yang terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Pejabat Fungsional, dan Pejabat Administrator. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membangun basis data profil kompetensi ASN yang akurat untuk mendukung penataan karier dan penerapan sistem merit di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Dalam arahannya pada sesi pembukaan, Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian menegaskan pentingnya proses penilaian yang objektif, transparan, dan akuntabel dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang adaptif dan profesional. Ia menyampaikan bahwa instrumen penilaian yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang untuk memotret kapasitas kepemimpinan, potensi, dan kompetensi manajerial para pejabat secara komprehensif, sehingga hasil penilaian dapat menjadi data yang valid dan tepercaya dalam mendukung pengembangan karier ASN.

Proses penilaian diawali dengan pengisian dokumen pra-asesmen, kemudian dilanjutkan dengan agenda pembukaan secara daring pada hari pertama. Memasuki hari kedua, pelaksanaan pengujian dilakukan secara tatap muka dan terbagi ke dalam dua ruang klasikal berdasarkan metode penilaian yang digunakan. Ruang pertama diperuntukkan bagi JPT Pratama dan Pejabat Fungsional dengan menerapkan Assessment Center metode sedang. Sementara itu, ruang kedua diperuntukkan bagi Pejabat Administrator yang mengikuti skema pengujian sesuai dengan standar kompetensi jabatannya.
Seluruh rangkaian penilaian kemudian dilanjutkan pada hari ketiga melalui tahapan wawancara berbasis kompetensi secara luring bagi JPT Pratama dan Pejabat Fungsional. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penggalian informasi kompetensi peserta secara lebih mendalam untuk memperoleh gambaran potensi dan kompetensi yang lebih komprehensif.
Guna menjamin independensi, akuntabilitas, dan integritas hasil penilaian, Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian menerapkan skema penilai gabungan. Proses penilaian melibatkan asesor internal Kementerian Pertanian serta asesor profesional dari berbagai Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah (K/L/D). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga objektivitas sekaligus meningkatkan kualitas proses dan hasil pemetaan kompetensi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor menegaskan bahwa hasil pemetaan potensi dan kompetensi ini akan menjadi salah satu pijakan dalam penyusunan pola karier dan pengelolaan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Pihaknya mengapresiasi kolaborasi dengan Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian serta seluruh asesor yang terlibat, seraya berharap hasil asesmen dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai potensi dan kompetensi para pejabat.
Data hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penempatan dan pengembangan ASN sesuai dengan kompetensi dan potensinya, sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kinerja aparatur dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.